Wednesday, 28 November 2012

Pupus

kau meninggalkanku di sore itu sendiri

telah ku lintasi samudra

kau terdiam membisu

pagi,
kau berjalan mendekati sang mentari
berdoa,
bisakah kudapati hatinya lagi?

tanahmu yang dulu telah enggan untuk kau jajaki kembali.

Friday, 23 November 2012

Jenuh

seketika hasratku muak tak berbendung
manis, telah dijadikannya hambar

jiwa-jiwa bidadari terbang meninggalkanku di sudut itu
dingin tak berselimut

aku menengadah memandang bulan
meresapi kehampaan

biarkan dulu aku seperti ini,sementara
sebelum bisikan itu menyuruhku berlari kembali.

Friday, 9 November 2012

Wanita Kertas

Wajahnya pucat pasi, berjalan gontai tak tentu arah
Seulas senyuman tipisnya menghidupi

Mungkin karna, ia memikirkanmu terlalu….
Terlalu setiap waktu
Setiap langkah yang di jajaki hujan di sore itu
Setiap sesudah matahari mengelilingi bumi

Hidupnya tak lagi hidup
Setiap kali ia… mungkin terlalu memikirkanmu
Bagai kertas yang tertiup angin
Dipermainkan ke segala arah

Sunday, 4 November 2012

Membatin

kata-kataku terbungkus dalam bisu
tak bisa ku ucapkan, tak mampu aku melukai...
 
keinginan-keinginanku masih sebatas sebuah pemikiran
bukan untuk aku ajukan atau pun kamu pertimbangkan
hanya saja aku merasa belum genap
genap untuk bicara...

aku hanya,bahkan selalu...
membiarkan semuanya berlalu
memaafkan lagi dan lagi
melupakan lagi dan lagi
tanpa sedikit pun aku sampaikan
tanpa sedikit pun,ketegasan

ini tidak baik,tidak

maaf,
aku peragu.