Tuesday, 11 December 2012

Hilang

kau
tenggelam dalam duniamu
mengasingkan diri dari hidupku

tenggelam semakin dalam
jauh... jauh... hingga ke dasar
sampai tak mampu lagi ku dengar alunanmu
lepas... dari jemari-jemari ini
tenggelam begitu jauh
perlahan tapi pasti
tak lagi kau sapa aku disini
hendak kemanakah dirimu?

aku
tlah letih menanti
tlah hampa tuk mengajakmu kembali
entah,dengan cara yang bagaimana lagi?

hilang
perlahan tapi pasti
rasa itu turut tenggelam bersamamu hingga ke dasar
sampai tak mampu lagi kudengar alunanmu

Wednesday, 28 November 2012

Pupus

kau meninggalkanku di sore itu sendiri

telah ku lintasi samudra

kau terdiam membisu

pagi,
kau berjalan mendekati sang mentari
berdoa,
bisakah kudapati hatinya lagi?

tanahmu yang dulu telah enggan untuk kau jajaki kembali.

Friday, 23 November 2012

Jenuh

seketika hasratku muak tak berbendung
manis, telah dijadikannya hambar

jiwa-jiwa bidadari terbang meninggalkanku di sudut itu
dingin tak berselimut

aku menengadah memandang bulan
meresapi kehampaan

biarkan dulu aku seperti ini,sementara
sebelum bisikan itu menyuruhku berlari kembali.

Friday, 9 November 2012

Wanita Kertas

Wajahnya pucat pasi, berjalan gontai tak tentu arah
Seulas senyuman tipisnya menghidupi

Mungkin karna, ia memikirkanmu terlalu….
Terlalu setiap waktu
Setiap langkah yang di jajaki hujan di sore itu
Setiap sesudah matahari mengelilingi bumi

Hidupnya tak lagi hidup
Setiap kali ia… mungkin terlalu memikirkanmu
Bagai kertas yang tertiup angin
Dipermainkan ke segala arah

Sunday, 4 November 2012

Membatin

kata-kataku terbungkus dalam bisu
tak bisa ku ucapkan, tak mampu aku melukai...
 
keinginan-keinginanku masih sebatas sebuah pemikiran
bukan untuk aku ajukan atau pun kamu pertimbangkan
hanya saja aku merasa belum genap
genap untuk bicara...

aku hanya,bahkan selalu...
membiarkan semuanya berlalu
memaafkan lagi dan lagi
melupakan lagi dan lagi
tanpa sedikit pun aku sampaikan
tanpa sedikit pun,ketegasan

ini tidak baik,tidak

maaf,
aku peragu.

Monday, 29 October 2012

Thursday, 25 October 2012

Kehilanganmu

hari ini aku duduk,sendu,seorang diri
bukan karna tak ada teman,bukan
bukan karna kau tlah menghilang,tidak

aku hanya membayangkan...
betapa nyamannya aku disini seorang diri,
merasa tanpa beban
menulis ini... bukti bahwa kau ada dalam pikiranku setiap waktu

disini,
aku duduk... memikirkan satu hal,satu rasa
rasa yang sama
membayangkan
jikalau saja,suatu saat nanti aku kehilanganmu..lagi
jikalau saja kamu pergi
meninggalkanku lagi
seperti inilah rasanya
hampa

aku takkan mengizinkan rasa yang dulu datang lagi,untuk sebuah alasan yang sama
cukup begini saja...

jikalau suatu saat nanti kau
pergi,
kosong
hilang
habis
kosong sudah hatiku,
hilang sudah rasaku,
habis sudah cintaku,
aku pun akan pergi
meninggalkan luka yang memanggilku kembali
luka apa,luka karenamu?
jangan bermimpi,
tidak lagi,tak akan pernah.

tetaplah disini.

Monday, 15 October 2012

Berlalu Sudah Sang Pagi


Embun,
Tlah menguap seiring tarian matahari di atas bumi
Sejuk,
Tlah kau hempaskan kini ia berganti
Kabut,
Tlah bersembunyi,berlari kedalam dekapan bukit-bukit tinggi

Para Penyair pun hendak berjalan pulang
Memikul senja seiring setapak jalan menuju rumah

Rinduku berguguran,
Satu demi satu

Pergilah seiring suling bernyanyi syahdu sampai larut
Bawalah segenggam pelitaku,jadikan cahaya dimalam gelap mu

Tuesday, 9 October 2012

Senandung Rabu

Tertatih ku berjalan
Menyusuri hati itu

Mencoba menemukan kembali
Cinta yang tlah hilang

Mencoba membuka lembaran baru
Yang kuharap bisa menutup pilu

Mengetuk pintu hatimu

Namun... Tak ada jawabmu

Aku disini
Menunggu

Aku disni
Menanti

Harus kah aku berjalan lagi?
Mencari-cari kembali?
Sedangkan tlah kutemukan hatiku… disepanjang jejak langkahmu
Haruskah?

Aku hanya terdiam
Menunggu

Senandung Rabu





Tertatih ku berjalan
Menyusuri hati itu

Mencoba menemukan kembali
Cinta yang tlah hilang

Mencoba membuka lembaran baru
Yang kuharap bisa menutup pilu

Mengetuk pintu hatimu

Namun... Tak ada jawabmu

Aku disini
Menunggu

Aku disni
Menanti

Harus kah aku berjalan lagi?
Mencari-cari kembali?
Sedangkan tlah kutemukan hatiku… disepanjang jejak langkahmu
Haruskah?

Aku hanya terdiam
Menunggu