Aku senantiasa berusaha bersetigap pada harap
Aku senantia berprasangka baik padamu, pada Tuhanku, pada keadaan
Meski yang kuucap adalah cacian, meski yang ku ungkap adalah nyanyian kelabu
Kakanda, kalau orang-orang bilang ‘tinggalkan saja’ disaat lelakimu membuatmu menderita maka kakanda harus tahu
Seketika aku hapuskan lukaku sendiri, dengan ramuan yang kuracik selagi aku bersamamu
Seketika duka kutepis dengan tanganku sendiri atas tawa dan segala manisnya kenangan
Seketika aku mengingat-ingat segala kebaikanmu
Seketika aku melupakan… berapa ribu tetes air mata yang pernah jatuh
Dan bahagia bersamamu
Bahagia bersamamu
Kakanda, kekasihku, bukankah keinginanku begitu sederhana?



