Tuesday, 25 November 2014

Harapan Sang Pecinta, Sewajarnya

Suatu saat jika tercapai impianmu
langkah kaki itu tak mampu lagi kudengar, karena kau begitu jauh
helaan nafas yang dulu kubenci kini terbang hingga tak mampu kugapai
tak ada lagi kau yang dulu sering ku maki dalam gurauan, tapi
jika usang sudah masa kita
jika lelah sudah hati ini
masihkah aku kau cari?

Disana , dilubuk hati
masih kah aku kau nanti?

Pada satu tempat, hanya kita yang tahu
dalam suatu ruang , hanya kita yang tahu
apa dibalik siapa
Makna dibalik kata
hanya kita yang tahu
hanya dirimu
hanya aku

untukmu suaramu,
untukku bisikkan hatiku

maka tersenyumlah
karena saat ini kau sedang kukenang, dalam angan "jika suatu saat nanti..."
seperti pemuja pada biasanya
seperti orang yang sedang jatuh cinta
seperti kekasih yang takut kehilangan

seperti luka pada rongga ini, yang tak kunjung sembuh namun selalu memaafkan
entah kekuatan apa

Jika langkah kita terpisah
masih aku kau cari?
seperti kesetiaan yang dituliskan Sapardi Joko Damono dalam sajaknya
seperti pengabdian Barabah pada takdirnya


seandainya jarak yang memisahkan, masih kah aku kau nanti?

Tuesday, 2 September 2014

Lilie..

Bagaimana dengan orang-orang yang merasa tak berharga?
Dalam hidup kita berhak memilih dan dipilih... Satu kali seumur hidup
Bagaimana dengan orang-orang yang tak bahagia?
Bersama seseorang yang seharusnya menjadi pelipur lara, tapi kebersamaan membuat dirinya semakin tak berharga
Bukan seperti kuntum bunga yang di cinta
Bersama orang yang terpilih
Bersama pilihan sekali seumur hidup
Bukan kah seharusnya mereka bahagia?

Dengar, dalam hidup kadang kita butuh kebohongan-kebohongan kecil

Seperti kau ucapkan pada kekasihmu yang buruk rupa bawah wajahnya menawan hati.