Sunday, 19 April 2026

Sehari Absen, Si Paling Mandiri

Seandainya engkau tahu, kayu yang nampak kokoh itu rapuhnya semakin rapuh

yang menjadi jembatan dan tumpuan menahun berlalu itu, kini ia butuh direngkuh

menjadi kuat memang hebat

menjadi tak butuh sesiapa memang bebas-lepas

namun, tidakkah waktu akan berhenti?


aku ingin mengingat rasa dekapan hangat itu lagi

lelap dalam dendangan, nyaman dalam afeksi cinta dan kasih

bukankah dulu aku ditimang dan disayang?


berlaksa jarak menjadi batas

masa-masa berlalu secepat cahaya

aku tetaplah aku yang dulu


aku si anak 6 tahun

memandang jalan tanpa angan-angan

menanti-nanti yang dicinta datang

berderai tanpa suara


sehari absen, si paling mandiri

aku tak mau kau pulang tanpa tahu bahwa aku sungguh mencintaimu.


#202019426